Benang Bordir Pilihan



Benang bordir merupakan salah satu komponen yang penting. Untuk itu perlu mengetahui dan memahami benang bordir seperti apa yang dibutuhkan secara lebih mendalam agar hasil bordiran sesuai dengan ukuran kualitas serta hitungan biaya produksi. Pada umumnya benang bordir yang dipakai secara umum terbagi menjadi dua jenis yaitu Rayon dan Polyster.



1.Benang Bordir Rayon

Benang jenis ini punya karakteristik gampang putus. Hal ini karena bahan mentah benang jenis rayon yang berbeda dengan benang polyster.Benang jenis ini banyak dipasarkan dengan kemasan cones dengan lilitan atau gulungan kecil. Ada juga yang dalam kemasan gulungan besar namun cenderung lebih sedikit dibandingkan yang dikemas dengan gulungan kecil. Harga benang rayon gulingan kecil berkisar Rp.9.000-Rp.11.000. sedangkan gulungan yang besar berkisar 20.000-22.000

2. Benang Bordir Polyester

Benang ini jenis benang yang kuat atau alot karena tidak mudah putus jika dibandingkan dengan benang bordir rayon.Selain itu karateristik benangnya mengkilat dari benang rayon sehingga terlihat menarik.Benang jenis ini biasanya dikemas dalam gulungan besar.Harga benang polyster berkisar Rp.13.000-Rp.15.000.

Harga kedua jenis benang tersebut pada tingkat grosir atau agen bisa lebih murah dan harga juga bergantung pada merk benang.Ada beberapa macam merk benang bordir seperti Great Wall Thread, Star Elephant, Unicorn, Double Penguin dan merk lainnya. Yang pertama perlu diperhatikan terlebih dulu adalah jenis benang bordir sebelum memilih merk.

Selain kedua jenis benang tersebut,saat ini juga ada jenis benang emas dan perak yang biasanya dipakai untuk membordir kebaya, mukena dan peci. Jenis benang ini biasanya rentan putus dan harganya pun lebih mahal dibandingkan dengan benang bordir rayon atau benang bordir polyster.

3. Benang Emas

Pilih Bahan Untuk Jaketmu



Area tropis seperti di Indonesia, Jaket merupakan salah satu jenis pakaian yang wajib Anda memiliki guna melindungi kulit Anda dari panasnya sinar matahari atau sekedar menahan dinginnya cuaca. Di Indonesia, kita memiliki beberapa willayah dengan situasi cuaca yang berbeda. Sebut saja dieng, dengan dataran tertingginya sudah pasti memiliki cuaca yang ektream dinginnya. Untuk itu dalam pemilihan bahan atau kain jaket-pun berbeda dengan mereka yang berdomisili di kalimantan yang cenderung panas. Berikut beberapa bahan yang munagkin bisa anda pilih sebagai bahan jaket anda sesuai dengan lokasi anda.





1. Fleece
Jaket fleece ini terbuat dari kain campuran antara cotton dengan wool. Jaket fleece ini memiliki karakteristik kain yang sangat lembut, halus, dan mampu menyerap air dengan sempurna. Jaket fleece ini sebaiknya Anda gunakan ketika cuaca sedang dingin dan sangat tidak dianjurkan untuk Anda gunakan ketika cuaca sedang panas.
Bahan fleece ini tersedia dalam beberapa jenis. Setiap jenis bahan fleece mempunyai komponen bahan kain dan karakteristik berbeda juga.
a. Cotton fleece
Jenis fleece ini memiliki warna yang lebih cerah dan lebih ringan dibanding jenis bahan fleece lain. Bahan kain ini memiliki konsentrasi katun lebih banyak dibanding polyesternya.
b. Polar fleece
Terbuat dari campuran polyester, katun, viscose dan serat sintetik lainnya.
c. Polyester fleece
Mengandung polyester yang cukup banyak sehingga memiliki tekstur yang lebih kaku dan tampilan lebih mengilap dibandingkan cotton fleece.
d. CVC fleece
Terdiri 55% cotton combed dan 45% viscose. Tingkat susut polanya lebih kecil dari bahan katun biasa dan menyerap keringat.
2. Taslan
Bahan taslan merupakan bahan kain yang sangat populer dan bahan yang terkenal cukup eksklusive untuk dijadikan jaket karena sifatnya anti air/waterproof (walau tidak semua jenis bahan taslan bersifat anti air). Jenis bahan taslan ini ada beberapa macam yaitu taslan salur, taslan korea, taslan Lokal. Sepintas bahan taslan mirip dengan bahan parasut, tapi jenis bahan taslan lebih tebal, lembut, ringan dan kuat dibanding bahan parasut. Bahan taslan ini biasanya digunakan untuk jaket motor, jaket varsity, rompi, parka atau jaket untuk keperluan outdoor lainnya. Jenis kain ini, selain anti air, bahan taslan juga tidak mudah ditembus angin.



3. Parasut
Selain tipis, Bahan parasut cenderung kedap air atau angin sehingga cocok digunakan pada musim hujan. Selain itu, bahan parasut juga mudah perawatannya karena mudah dibersihkan dan sebaiknya tidak terlalu sering dicuci. Jika perawatannya tepat, jaket parasut akan tahan lama walau sering digunakan. Sifat bahan parasut yang kedap air dan angin, maka tidak bisa menyerap keringat dan sangat tidak disarankan memakai jaket berbahan parasut saat cuaca panas. Jenis jaket yang menggunakan bahan parasut adalah jaket yang digunakan pengendara motor. Jenis bahan kain ini paling cocok untuk jaket hoodie, jaket varsity, jaket motor atau jaket olahraga.



4. Lotto
Krakteristi Kain Lotto terlihat agak mengkilat hampir sama dengan bahan Diadora namun lebih tipis dari bahan Diadora, bahan Lotto biasanya digunakan untuk jaket bertipe sporty. Bahan Lotto ini biasanya digunakan untuk pembuatan sweater/pakaian yang berbau sport.


RIYA’ DALAM PERSPEKTIF ISLAM

BAB I PENDAHULUAN** A. Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering melakukan berbagai amal ibadah maupun perbuatan baik. N...